Without you - 2
"Tuhan tau ada yang belum selesai antara kamu sama tristan, lari bukan cara yang tepat buat hadapi masalah fris dan ini waktunya, ini kesempatan buat kamu hadapi buat cari tau apa yang sebenernya terjadi, bagaimana perasaan tristan sebenernya, kamu tau kan tristan selama ini nyariin kamu?"
Hai hai ini cerita selanjutnya semoga sukaaa
"Tok tok, tris jalan yuk?" Seorang perempuan muncul dibalik pintu
"Kemana di?"
"Ke taman bumsil yuk?"
Ajakan dian mengingatkannya pada friska dulu,
2015 setelah uas
"Ke taman bumsil yu?, kali aja airnya deras terus kita kebawa arus. Ngeeeng" friska memperagakan seolah-olah sedang naik motor
"Gilaa!, yaudah hayu" tapi di perjalanan tiba-tiba hujan angin dor dar gelap (petir), kami batal ke taman itu dan akhirnya berteduh di toko kue, seperti biasa friska membeli pudding dan tristan lebih memilih cheesecake "Makanya jangan ngomong sembarangan, Hampir di azab kan lu!" Ketus tristan.
"Apaan ini mah bukan azab tapi co-ba-an!, tandain tuh di otak lo" tiba-tiba pudding yang hendak dimakan friska jatuh "ini baru azab" ekspresi friska seketika berubah sedih
"Hahahaha" tristan tertawa puas "ini mah bukan azab tapi co-ba-an!, tandain tuh di otak lo" sambil mengacak-acak rambut friska "Ga sopan sih jadi manusia"
"Suapan terakhir itu kan yang paling enak, kenapa kamu pergi begitu sajah ohh pudding yang indah dan mahal harganyah" friska seolah sedang main teater
"Hahahaha" kami tertawa bersama-sama.
"Tris mau ga?" Dian menghentikan lamunan tristan
"Hayu" mereka pun pergi.
Minggu 10 mei 2020
Hari baru saja memulai pagi, udara dingin belum juga pergi, tapi revi sudah datang dan mengganggu kehidupanku.
"Bangun wooooiii" revi menarik selimut, bantal, guling semuanya dah pokonya kasur doang yang ga ditarik
"Apaan siihh?" Aku masih setengah sadar
"Hayu ke gasibu kita olah raga"
"Iya tapi ini jam berapa baru jam 4" tanganku menunjuk jam dinding
"Ya elah jam mati masih aja di tengokin, ini udah jam 6 friskaaa"
"Masa sih?" Aku melihat hpku dan waktu memang sudah jam 6.00 "yaudah hayu" aku langsung jalan keluar kamar
"Cuci muka dulu kali fris, itu muka leceuk banget kotoran dimana-mana, malu lah gua bawanya" Omel revi
"Bodo amat, kamar gua aja lu berantakin ngapain gua pasang muka rapih"
"Issh pantes ga laku-laku, buru cuci muka dulu sama ganti baju, kamar mah aman nih gua beresin lagi"
"Iyyaa cerewet"
Lapangan Gasibu
Acara senam masih berlangsung aku dan revi pun ikut senam di barisan paling belakang, tanpa sengaja aku melihat kursi yang sering di duduki tristan mengingatkanku pada masa lalu. Dulu kita sering kesini.
Saat aku ikut senam tristan menunggu di kursi itu karena dia pikir senam hanya untuk perempuan, tapi pernah satu kali saat tristan merasa sedih aku berusaha menghibur dengan menarik tangannya untuk berjoget seolah berdansa mengikuti musik dangdut dari acara senam yang masih berlangsung. Kami pun tertawa bersama-sama.
"Fris!, malah bengong" ketus revi "Habis ini ke CFD dago yu?"
"Oh iya hayu" revi membangunkanku dari lamunan
CFD dago
"Wuih enak tuh kayanya beli sosis bakar yu?"
"Aku mau kurus, keluar keringet dikit udahnya langsung jajan mah atuh gemuk lagi lah!" Omel revi
"Yaudah aku aja yang jajan, ga punya lemak ini"
"Gimana gak punya lemak ngebatin melulu hidupnya" sindir revi
"Bodo amat yang penting makan"
Aku membeli satu sosis bakar ukuran jumbo dan di makan di pinggir jalan, saat melihat ke seberang jalan ada toko kue tempat tristan beli kue untuk dosen pembimbing dan penguji sidang akhirnya.
"Tunggu disini ya fris" sambil menarik salah satu kursi untuk aku duduki
"Kok aku nunggu diluar?" Aku protes karna disuruh menunggu di kursi luar toko
"Kalau kamu ikut masuk terus ikut milih lama" tristan memberi penekanan pada kata lama dan berbicara seolah sedang menceramahi anak-anak "Entar yang ada susah dibawa pulang, mending ga usah masuk sekalian, aku sidang jam 4 , ini udah mau jam 2" tristan menunjukan jam tangannya
"Kan masih 2 jam lagi!"
"Sisa waktunya pengen aku pake ngobrol sama kamu fris, tunggu ya"
Kalau saja wajahku putih mungkin sekarang bakal terlihat merah karena kata-kata tristan tadi terdengar manis "Yaudah gih, aku nunggu disini"
"Friss, woi" revi memanggilku
"Iya? Kenapa?" Aku spontan menjawab
"Bengong mulu daritadi heran, itu sosis ga dimakan?"
"Mau lah ini baru mau makan, kamu mau?"
"Mana aku nyoba dong dikit"
Aku melanjutkan lamunan sebelumnya
Tristan berbelanja hanya 10 menit, dia sudah tau apa saja yang harus dibeli "Nih pudding" tristan menaruh pudding di meja
"Yess, makasih tristaaan" aku tersenyum lebar.
"Dikasih begitu doang kayanya seneng banget?"
"Soalnya ini enak banget banget bangeeet kalian harus coba karna ini enak banget pokonya ga akan nyesel harus beli" aku menirukan gaya youtuber dengan suara lebay penuh penekanan
"Hahaha" tristan tertawa lepas "Tuh otak isinya apa sih? Yang keluar ko hal-hal yang ga terduga melulu"
"Ga tau, pudding kali. Gimana perasaannya bentar lagi sidang?"
"Deg-degan sih, makanya aku pengen ngobrol-ngobrol dulu sama kamu, kamu ga pernah gagal buat bikin aku ketawa fris, dan yang aku butuhin saat ini lihat tingkah konyol kamu" tristan menatapku sampai waktu terasa berhenti entah apa yang ada dipikirannya saat itu tapi berhasil membuatku merasa jadi orang yang berarti dalam hidup dia.
"Bilang aja kamu butuh aku buat ngehibur ga usah muter-muter ngomongnya"
"Hahhahaha iya itu bener"
Sosis di tanganku terasa hampir jatuh karna revi kesulitan memotong sosis dengan sendok yang lentur, hal ini menghentikan semua lamunanku. Dan tanpa aku sadari revi hampir menghabiskan sosis di tanganku. Dan sisanya hampir dia jatuhkan ke tanah.
"Ya ampun rev mau lo abisin ni sosis, kebiasan lu mah ah di tawarin basa basi doang ngabisinnya beneran"
"Anjir jadi lu basa basi doang? Kalo tau basa basi kan ga bakalan gua makan. Gagal diet kan jadinya"
"Ko lu yang jadi lebih galak sih?"
"Iyalah dipikir diet gampang apa? Lagian hidup lo kayanya 50% dipake bengong, mikirin apa sih?" Sewot revi
"Tristan rev" Aku menunduk lemas
"Oooohh gara-gara ketemu kemaren ya?"
"Iya, udah pergi jauh juga malah balik lagi dan ketemu lagi, sebel banget dah kenapa gue yang di pindah kesini sih" 6 bulan yang lalu friska mendapat surat pindah tugas dari tempatnya bekerja
"Tuhan tau ada yang belum selesai antara kamu sama tristan, lari bukan cara yang tepat buat hadapi masalah fris dan ini waktunya, ini kesempatan buat kamu hadapi buat cari tau apa yang sebenernya terjadi, bagaimana perasaan tristan sebenernya, kamu tau kan tristan selama ini nyariin kamu?"
Mataku mulai berkaca-kaca selama ini tristan terus mencoba menghubungiku melalui email dan sosmed tapi sama sekali tidak aku balas "Terus aku mesti gimana rev?"
"Ya kumpulin pertanyaan-pertanyaan yang selama ini kamu pendam terus tanyain lah ke dia, sekalian ungkapin juga perasaan kamu sebenernya"
"Abis makan sosis otak lu encer ya, jangan-jangan sosis itu salah satu obat pengencer otak"
"Bilang aja makasih udah cukup gapake gengsi" sewot revi
Besok di lanjut lagi yaaa dikit-dikit bacanya jangan lupa dikasih musik biar bapernya dapet. Uuunncchh
Komentar
Posting Komentar